Claudio Ranieri akui Leicester City Kehilangan Fokus

Claudio Ranieri akui Leicester City Kehilangan Fokus

Bagi manajer asal Italia, para pemainnya seperti kesulitan untuk menemukan jati diri setelah berhasil menjadi juara secara instan pada musim lalu. Fokus adalah masalah yang nyata bagi Leicester city musim ini, dan sekarang, targetnya bukan juara lagi, tapi selamat dari Zona Degradasi.

Claudio Ranieri, pelatih Leicester City ini mengakui, pasukannya kurang fokus dalam menjalani musim 2016/17 setelah berhasil menjuarai Liga musim lalu. Kendati demikian, Ranieri optmistis, The Foxes bisa kembali memutarbalikkan situasi, paling tidak untuk terhindar dari Degradasi.

Seperti diketahui, musim 2015/16 kemarin mungkin adalah musim terbaik sepanjang sejarah Leicester City, dimana mereka yang sama sekali tak dijagokan menang justru berhasil keluar sebagai kampiun Premier League. Tapi, The Foxes gagal menduplikasi performa gemilang mereka pada kompetisi musim ini.

Leicester terdampar di peringkat ke-16 klasemen sementara setelah sederet hasil buruk mereka dapatkan. Terkait hal inilah pelatih Claudio Ranieri mengakui bahwa timnya kurang fokus dalam menjalani kompetisi Liga dan sekarang justru selamat dari Degradasi adalah target utama mereka.

“Musim lalu, kami memulai dengan hanya berpikir bagaimana kami bisa berada di zona selamat, kami tidak berencana untuk menjadi nomor satu,”

“Kami lalu sadar, para pemain yakin jika itu bisa menjadi musim yang spesial. Lalu, kami juara. Akan tetapi, sulit bagi para pemain untuk menemukan jati diri secara instan, terutama setelah kami meraih trofi juara, kami kesulitan untuk berkonsentrasi dan tidak berada dalam bentuk terbaik dari segi teknis dan taktis. Namun, memang bisa diprediksi. Pada awal tahun ini, kami berbicara tentang 40 poin agar bisa duduk di posisi aman.” Demikian ujar Ranieri kepada TMW.